Jamur merupakan suatu organisme yang
sudah sangat sering terdengar di telinga kita, bener gak sobat Solutione? Jamur sendiri merupakan organisme yang
memiliki sifat heterotropik atau
dengan kata lain merupakan organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri
karena tidak memiliki klorofil, the more
you know sobat Solutione! Dari yang jenisnya beracun hingga yang dapat dikonsumsi. Salah satu jenis jamur yang dapat
dikonsumsi dan banyak dibudidayakan di Indonesia yaitu jamur tiram dengan nama
latin Pleurotus
ostreatus. Sobat Solutione
sekalian pasti sering menjumpai jamur tiram sebagai bahan masakan conthnya
seperti pepes jamur dan jamur crispy.
Jamur
Tiram dapat tumbuh karena memperoleh makanannya dari sisa – sisa mahkluk hidup,
oleh karna itu jamur tiram tergolong sebagai jamur sapprofit, contohnya tempat tumbuh jamur tiram yaitu pada batang
pohon kayu yang sudah lapuk. Jamur tiram dapat tumbuh dengan baik pada tempat
yang memiliki suhu yang lembab, namun hal tersebut juga tergantung dari
lingkungannya seperti sumber makanan, air, cahaya, dan udara.
Morfologi
atau Ciri – Ciri Jamur Tiram
Jamur yang memiliki rasa yang nikmat
dan lezat serta memiliki aroma yang khas ini. Memiliki bentuk tudung yang
membulat, lonjong, dan melengkung, jamur ini dinamakan jamur tiram karena
bentuknya yang menyerupai cangkang tiram, the
more you know sobat Solution!
Tudung jamur tiram memiliki permukaan yang licin dan agak berminyak jika kondisi
sedang lembab, serta memiliki tepi yang bergelombang. Jamur Tiram dapat tumbuh
tinggi mencapai 6 centimeter dan lebarnya mencapai 15 centimeter tergantung
lokasi lingkungan tempat tumbuh si jamur tiram ini. Batang atau tangkainya
tidak berada tepat di tengah tudung, melainkan terletak agak ke tepi. Dan yang
terakhir yaitu tubuh buahnya berbentuk rumpun yang memiliki banyak cabang serta
daging jamur tiram ini akan mengeras dan akan menjadi liat apabila sudah tua.
Jenis
Jamur Tiram
Jamur Tiram ini merupakan jamur yang
bisa dibudidayakan dan terdapat macam – macam jenisnya sobat Solutione! Berikut
ini terdapat 3 jenis jamur tiram sering di budidayakan oleh para petani jamur, antara
lain:
1.
Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus)
Jamur
tiram ini memiliki tubuh berwarna putih sama seperti namanya. Jamur tiram putih
ini memiliki jumlah rumpun yang sedang. Setiap rumpunnya memiliki cabang yang
cukup banyak. Jamur ini memiliki tudung yang lebih tipis jika dibandingkan
jamur tiram coklat dan kuning. Namun memiliki daya simpan yang lebih lama jika
dibandingkan dengan jamur tiram kuning. Jamur tiram putih merupakan jamur yang
paling banyak dibudidayakan di Indonesia.
2. Jamur
tiram coklat (Pleurotus abalonus)
Jamur
tiram ini memiliki tubuh berwarna coklat sama seperti namanya. Jamur tiram
coklat ini memiliki jumlah rumpun yang sedikit jika dibandingkan dengan jamur
tiram putih dan kuning. Namun jamur ini memiliki tudung yang tebal dan daya
simpan yang lama.
3.
Jamur tiram kuning (Pleurotus citrinopileatus)
Jamur
tiram ini memiliki tubuh berwarna kuning sama seperti namanya. Jamur tiram
kuning ini memiliki jumlah rumpun yang banyak jika dibandingkan dengan jamur
tiram putih dan coklat. Namun memiliki jumlah rumpun yang lebih sedikit dan
tipis jika dibandingkan dengan
jamur tiram coklat serta daya simpan yang lebih pendek. Jamur tiram kuning ini
sangat jarang ditemukan.
Selain
3 jenis jamur tiram yang sering dibudidayakan diatas, terdapat beberapa jenis
jamur tiram lainnya, yaitu:
4. Jamur tiram merah (Pleurotus
flabellatus)
Jamur tiram ini memiliki ciri warna khas yaitu merah
jambu. Sosok jamur merah muda tak kalah cantik. Warna merah muda terlihat jelas
saat jamur masih muda dan perlahan memudar seiring pertambahan umur. Saat
dimasak warnanya lekas hilang karena panas.
5. Jamur Tiram Abu – abu (Pleurotus
sajorcaju)
Jamur yang memiliki warna
tudung khas yaitu abu – abu. Jamur ini agak sulit dtiemui di pasar dan amat
sedikit yang membudidayakaannya
6. Jamur tiram biru (Pleurotus
ostreatus columbinus)
Ada satu lagi jenis jamur
tiram, yaitu jamur tiram biru yang memiliki warna biru tua pada tudungnya dan
memiliki ciri fisik cenderung besar dan kenyal. jamur ini jarang sekali
dibudidaya oleh petani karena cukup lama untuk menumbuhkan jamur ini
Kandungan
Nutrisi
Sebagai
bahan pangan, jamur tiram putih mempunyai tekstur dan cita rasa yang spesifik.
Selain itu terkandung pula asam amino yang cukup lengkap didalamnya. Jamur merupakan
salah satu bahan pangan yang mempunyai nilai gizi, yaitu sekitar 34- 89%. Dalam 100 gram jamur tiram
kering memiliki kandungan air (73,7 – 90,8%), protein (10,5-30,4%), karbohidrat
(57,6 – 81,8%), le,,ak (1,6 – 2,2%), dan asam amino. Selain itu, jamur tiram
juga mengandung mineral yang diperlukan oleh tubuh antara lain zat besi (Fe),
Fosfor (P), Kalium (K), Zinc (Zn), Natrium (N), dan Kalsium (K).
Berikut merupakan
informasi singkat mengenai jamur tiram yang dapat kami sampaikan, semoga dapat
bermanfaat dan menambah wawasan bagi sobat Solutione semua yaa!
The
More You Know J
Bermanfaat sekali kak
BalasHapusbermanfaat banget sih ini
BalasHapuswahhh menarik
BalasHapusinforamtif sekali saya sukaa
BalasHapusInformasinya keren
BalasHapusmantappp menarik banget infonya
BalasHapusterimakasih informasinya. sangat bermanfaat.
BalasHapusinformatif bgt sihhh
BalasHapusmantep bangett nih
BalasHapusakhirnya sudah tidak bingung
BalasHapusterimakasih kak
makasih infonya
BalasHapusKeren nih kak infonyaa
BalasHapusMakasih ya kak infonya😊
BalasHapus